Printed from

Tentang BATU EMPEDU

Macam2 Tindakan

Macam2 Tindakan
Description

Kenyataan yang sangat mengejutkan adalah Tindakan yang paling lazim dilakukan untuk penderita Batu Empedu adalah operasi pengangkatan kandung empedu. Padahal kemajuan baru dalam penelitian pencernaan telah menyebabkan pengembangan pengobatan lebih aman, seperti terapi penghancuran alami. 

Berikut Tindakan-tindakan perawatan yang perlu Anda ketahui:

1. KOLESISTEKTOMI atau Operasi Pengangkatan Kantung Empedu konon merupakan tindakan paling lazim dulunya. 
Awalnya, supaya bisa mengambil kantung empedu, ahli bedah harus melakukan kolesistektomi terbuka (operasi membuka perut), operasi ini sangat berisiko dan membutuhkan setidaknya 1 minggu di rumah sakit dan 1 bulan waktu pemulihan.

2. Kemudian, kemajuan dalam kedokteran memungkinkan ahli bedah untuk melakukan KOLESISTEKTOMI LAPAROSKOPIDalam prosedur ini, ahli bedah membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan kamera kecil dan alat pemotong. Operasi ini lebih aman dibanding kolesistektomi terbuka, namun demikian kemungkinan resikonya adalah terjadinya pendarahan dalam. 

Saat ini, Operasi Kantung Empedu dipandang sebagai upaya terakhir. Kantung Empedu adalah organ penting. Hati (Liver) akan terus mengalirkan cairan empedu, dan yang seharusnya mengalir ke Kantong Empedu, harus dialirkan langsung ke usus kecil. Hal ini menyebabkan Diare kronis dan Sindrom Iritasi Perut, memerlukan waktu yang sangat lama untuk mengubah pola makan dan adaptasinya.

Terlebih-lebih, setelah Operasi pemotongan Kantung Empedu tidak menjamin tidak terbentuk Batu-batu Empedu baru. Dengan tidak adanya Kantung Empedu, Batu Empedu masih dapat terbentuk pada saluran Empedu. Bahkan, 40% dari pasien yang telah menjalani pengangkatan Kantung Empedu melaporkan terjadinya Batu Empedu masih berlanjut pasca operasi! 

3. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy-(ESWL) adalah tindakan dimana Gelombang Kejut digunakan untuk menghancurkan Batu Empedu di Kantung Empedunya. Namun prosedur ini jarang dilakukan, karena Batu Empedu biasanya terlalu besar dan tebal untuk bisa dipecah oleh ESWL, dan juga karena risiko pecahan batu yang ditimbulkan bisa melukai organ-organ lain di sekitarnya. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan ESWL dapat merusak sistim kapiler, yang bisa menyebabkan diabetes atau hipertensi. 

4. Sikap Menunggu (Wait-and-See) merupakan pendekatan yang paling umum dan bergantung pada mitos bahwa batu empedu akan keluar dengan sendirinya. 

Sangatlah langka Batu Empedu untuk bisa keluar dengan sendirinya. Bongkahan batu bisa menjadi besar sehingga menjadi semakin sulit ditangani seiring dengan berjalannya waktu. Cepat atau lambat kontraksi normal dari kantung empedu akan mendorong batu keluar masuk ke saluran empedu yang ukurannya sangat kecil. Batu yang terhambat akan menimbulkan rasa sakit luar biasa dan mengarah pada komplikasi akut dan membutuhkan biaya yang sangat mahal untuk mengatasinya.


5. Terapi Penghancuran Alami (TPA)
seperti GallCleansemerupakan solusi alami yang secara klinis direkomendasikan bagi penderita Batu Empedu. 

TPA diramu dari Bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang alami dan aman untuk menghancurkan batu empedu dengan membidik ke arah struktur molekul batu. TPA juga merupakan solusi 'lengkap', dalam hal itu mendetoksi hati dan meningkatkan kontraksi Kantung Empedu. Dengan sasaran pada akar masalahnya, TPA adalah cara yang efektif yang tidak hanya mengobati batu empedu, namun juga mencegah batu-batu tersebut muncul kembali. 

Karena TPA benar-benar terapi alami, oleh karenanya tidak memiliki efek samping, dan tentunya menjadi satu pilihan yang paling sering direkomendasikan oleh dokter.



==============================================================